KONJUNGTIVITIS

Kasus Pemicu

Tn. Sugito mengeluh kedua mata tersa gatalm, tampak merah dan sering berair terutama jika setelah mengendarai motor pada saat bangun pagi kedua mata agak sulit dibuka karena menempel dan terdapat kotoran mata yang berwana kuning yang cukup banyak.tidak ada riwayat alergi.

Pengkajian

Data ojektif :

û  Terdapat kotoran mata yang berwana kuning yang cukup banyak

û  Mata tampak merah

Data Subjektif :

û  Klien mengeluh kedua mata terasa gatal

û  Kering berair terutama jika setelah mengendarai motor

û  Pada saat bangun pagi kedua mata agak sulit dibuka karena menempel

û  Klien mengatakan tidak ada riwayat alergi

Diagnosa Medis :

Konjungtivitis

Pengertian

Konjungtivitis adalah inflamasi konjungtiva dan ditandai dengan pembengkakan dan eksudat. Pada konjungtivitis mata tampak merah, sehingga sering disebut mata merah. Konjungtivitis dapat menyerang pada semua tingkat usia. Kebanyakan konjungtivitis terjadi bilateral. Bila hanya unilateral menunjukkan penyababnya toksik atau kimia.(Brunner&Suddarth, 1996).

Konjungtivitis adalah suatu peradangan pada konjungtiva (selaput lendir yang melapisi permukaan dalam kelopak mata (bagian putih mata). Pada dasarnya konjungtivitis adalah penyakit ringan, namun pada beberapa kasus dapat berlanjut menjadi penyakit yang serius. Untuk itu tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter mata jika terkena konjungtivitis.

Anatomi Konjungtiva

Konjungtiva merupakan membran mukosa tipis yang membatasi permukaan dalam dari kelopak mata dan melipat ke belakang membungkus permukaan depan dari bola mata, kecuali bagian jernih di tengah-tengah mata (kornea). Membran ini berisi banyak pembuluh darah dan berubah merah saat terjadi inflamasi.

Konjungtiva terdiri dari tiga bagian:

  1. Konjungtiva palpebralis (menutupi permukaan posterior dari palpebra)
  2. Konjungtiva bulbaris (menutupi sebagian permukaan anterior bola mata)
  3. Forniks (bagian transisi yang membentuk hubungan antara bagian posterior palpebra dan bola mata).

Meskipun konjungtiva agak tebal, konjungtiva bulbar sangat tipis. Konjungtiva bulbar juga bersifat dapat digerakkan, mudah melipat ke belakang dan ke depan. Pembuluh darah dengan mudah dapat dilihat di bawahnya. Di dalam konjungtiva bulbar terdapat sel goblet yang mensekresi musin, suatu komponen penting lapisan air mata pre-kornea yang memproteksi dan memberi nutrisi bagi kornea.

Anatomi Mata

Etiologi

û  Infeksius (bakteri, klamidia, virus, jamur, parasit)

û  Imunologis (alergi)

û  Iritatif (bahan kimia, suhu, listrik, radiasi)

û  Penyakit sistemik

û  Personal hygiene

û  Kesehatan lingkungan yang kurang

û  Nutrisi kurang vit A

û  Pemakaian lensa kontak terutama pada jangka waktu yang panjang juga dapat     menyebabkan konjungtivitis

Pembagian konjungtivitis berdasarkan penyebabnya :

û  Konjungtivitis akut bacterial, mis: konjungtivitis blenore, konjungtivitis gonore, konjungtivitis difteri, konjungtivitis folikuler, konjungtivitis kataral.

û  Konjungtivitis akut viral, mis: keratokonjungtivitis epidemik, demam faringokonjungtiva, keratokonjungtivitis herpetic.

û  Konjungtivitis akut jamur

û  Konjungtivitis akut alergik

û  Konjungtivitis kronis, mis: trakoma.

Konjungtivitis, terdiri dari:

1. Konjungtivitis alergi (keratokonjungtivits atopik, simple alergik konjungtivitis, konjungtivitis seasonal, konjungtivitis vernal, giant papillary conjunctivitis)

2. Konjungtivitis bakterial (hiperakut, akut, kronik)

3. Konjungtivitis virus (adenovirus, herpetik)

Gejala

û  Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran.

û  Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih.

û  Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih.

û  Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal, terutama pada konjungtivitis karena alergi.

û  Gejala lainnya : mata berair, terasa nyeri, gatal, pandangan kabur, peka terhadap cahaya, terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari.

Manifestasi Klinik

û  Hiperemia (kemerahan)

û  Cairan

û  Edema

û  Pengeluaran air mata

û  Gatal

û  Rasa terbakar ( Brunner&Suddarth, 1996)

Patofisiologi

Mikroorganisme (virus, bakteri, jamur), bahan alergen, iritasi menyebabkan kelopak mata terinfeksi sehingga kelopak mata tidak dapat menutup dan membuka sempurna, karena mata menjadi kering sehingga terjadi iritasi menyebabkan konjungtivitis. Pelebaran pembuluh darah disebabkan karena adanya peradangan ditandai dengan konjungtiva dan sclera yang merah, edema, rasa nyeri, dan adanya secret mukopurulent.

Akibat jangka panjang dari konjungtivitis yang dapat bersifat kronis yaitu mikroorganisme, bahan allergen, dan iritatif menginfeksi kelenjar air mata sehingga fungsi sekresi juga terganggu menyebabkan hipersekresi. Pada konjungtivitis ditemukan lakrimasi, apabila pengeluaran cairan berlebihan akan meningkatkan tekanan intra okuler yang lama kelamaan menyebabkan saluran air mata atau kanal schlemm tersumbat. Aliran air mata yang terganggu akan menyebabkan iskemia syaraf optik dan terjadi ulkus kornea yang dapat menyebabkan kebutaan. Kelainan lapang pandang yang disebabkan kurangnya aliran air mata sehingga pandangan menjadi kabur dan rasa pusing.

Pemeriksaan Diagnostik

  • Keratometri
  • Pemeriksaan lampu slit dan oftalmoskopis
  • Pemeriksaan kultur dan sitologik secret konjungtiva

Pengobatan:
Tergantung pada penyebabnya. Kelopak mata dibersihkan dengan air hangat.
Jika penyebabnya bakteri, diberikan tetes mata atau salep yang mengandung antibiotik.
Untuk konjungtivitis karena alergi, antihistamin per oral (melalui mulut) bisa mengurangi gatal-gatal dan iritasi. Atau bisa juga diberikan tetes mata yang mengandung corticosteroid.

Antihistamin per-oral merupakan pengobatan utama untuk konjungtivitis alergika.
Antihistamin juga bisa diberikan dalam bentuk tetes mata, yang biasanya dikombinasikan dengan vasokonstriktor untuk mengurangi kemerahan. Tetapi antihistaminnya sendiri maupun sesuatu di dalam larutan tetes mata kadang bisa memperburuk reaksi alergi yang terjadi, sehingga biasanya lebih disukai antihistamin per-oral.

Kromolin (juga tersedia dalam bentuk tetes mata) terutama digunakan sebagai pencegahan jika penderita akan mengadakan kontak dengan suatu alergen.
Tetes mata yang mengandung kortikosteroid bisa digunakan pada kasus yang berat, tetapi bisa menyebabkan komplikasi (misalnya glaukoma). Jika pengobatan lainnya tidak memberikan hasil yang memuaskan, maka dianjurkan untuk menjalani immunoterapi alergen.

Penatalaksanaan

û  Terapi dengan antibiotika sistemik atau topikal

û  Irigasi mata

û  Pembersihan kelopak mata

û  Kompres hangat

Pencegahan

û  Konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan sesudah membersihkan atau mengoleskan obat penderita harus mencuci tgn sampai bersih

û  Usahakan u/ tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani mata yg sakit

û  Jangan menggunakan handuk atau lap bersama-sama dengan orang lain

û  Gunakan lensa kontak sesuai petunjuk dokter

Proses Keperawatan

Pengkajian

Data ojektif :

û  Terdapat kotoran mata yang berwana kuning yang cukup banyak

û  Mata tampak merah

Data Subjektif :

û  Klien mengeluh kedua mata terasa gatal

û  Kering berair terutama jika setelah mengendarai motor

û  Pada saat bangun pagi kedua mata agak sulit dibuka karena menempel

û  Klien mengatakan tidak ada riwayat alergi

Diagnosa Keperawatan

  1. Nyeri b.d proses peradangan
  2. Gangguan persepsi penglihatan b.d kelainan lapang pandang
  3. Gangguan pola tidur b.d nyeri
Dx 1: Nyeri b.d proses peradangan

Intervensi

Rasional

–          Kaji tingkat nyeri, seperti skala nyeri yang dirasakan

–          Jelaskan penyebab nyeri, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi nyeri

–          Kompres mata dengan air hangat

–          Mata istirahatkan

Kolaborasi

–   Kolaborasi  Pemberian obat mata

–          Mengetahui tingkat nyeri untuk mempermudah intervensi selanjutnya

–          Untuk menambah pengetahuan pasien

–          Untuk mengurangi rasa nyeri dan membuat mata merasa nyaman

–          Untuk mengurangi aktivitas mata dan menurunkan peradangan pada mata

–          Untuk menghilangkan peradangan secara bertahap

Dx 2: Ggn persepsi penglihatan b.d kelainan lapang pandang

Intervensi

Rasional

–          Kaji kemampuan melihat, seperti : melihat jarak jauh atau dekat

–          Orientasikan pasien terhadap lingkungan dan aktivitas serta jlskan terjadinya gangguan  persepsi penglihatan

–          Dorong pasien untuk melakukan aktivitas sederhana

–          Anjurkan pasien untuk menggunakan kacamata redup

–    Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan melihat

–    Untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi ansietas pasien

–    Untuk mengurangi rasa kejenuhan apabila tidak melakukan kegiatan sama sekali

–    Untuk mengurangi pancaran sinar pada mata sehingga mengurangi kemerahan, sekret yang keluar dari mata dan mengurangi mata agar tidak berair dan menyebabkan perih ataupun gatal

Dx 3: Ggn pola tidur b.d nyeri

Intervensi

Rasional

–    Ciptakan lingkungan tenang dan nyaman

–    Kurangi rasa nyeri dengan mengompres mata dengan air hangat

–    Jelaskan pola tidur yang berhubungan dengan penyembuhan penyakit

–          Klien dapat istirahat dengan tenang

–          Klien dapat istirahat dan mengurangi rasa gatal dan sekret yang keluar pada mata

–          Klien tahu tentang fungsi tidur b.d proses penyembuhan

Evaluasi

–          Nyeri berkurang

–          Sklera tidak hiperemia

–          Mata tidak berair

–          Tidak ada sekret

1 Komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s